Rabu, 23 Agustus 2017

Teknik pengelasan pipa posisi 6F & 6G dengan proses las busur manual (SMAW)

1. Materi pengelasan posisi 6F & 6G pipa

*Pengertian pengelasan 6F
             Pengelasan sambungan sudut/ fillet aumbu membentuk sudut 45° tidak dapat di putar pada pipa dengan proses las busur manual.
*pengertian pengelasan 6G
            Pengelasan sambungan tumpul/butt groove posisi membuat sudut 45° tidak dapat di putar pada pipa dengan proses las busur manual.
Penempatan Benda Kerja ( Pipa)
               Penempatan pipa/ benda kerja pada pengelasan posisi 6F dan 6G adalah posisi di mana pipa ditempatkan pada posisi sumbu sudut 45 derajat serta tidak dapat diputar (posisi tetap), baik pada sambungan sudut maupun pada sambungan tumpul dengan penyimpangan sudut tidak lebih dari 5 derajat.


Pengelasan Sambungan Tumpul :
Pada sambungan tumpul kampuh V posisi 6G, dapat dilakukan arah turun atau naik. Terutama jika melakukan pengelasan jalur pertama ( root pass) menggunakan elektroda cellulose biasanya diterapkan arah turun dengan menerapkan ayunan bentuk zig-zag miring ( whip action) atau hanya ditarik saja (tanpa diayun), dan ayunan segi tiga atau ½ lingkaran jika menggunakan elektroda low hydrogen (arah naik). Sedangkan untuk pengelasan pengisian dan akhir ( filler dan capping) dapat diterapkan ayunan yang sama dengan pengelasan sambungan sudut ( fillet).
Urutan Pengelasan :

Urutan pengelasan sambungan sudut pada pipa atau pipa-flens adalah relatif sama dengan urutan pengelasan sambungan sudut posisi tegak pada pengelasan pelat dan pengelasan sambungan tumpul ( kampuh V ) pada pipa adalah relatif sama dengan pengelasan sambungan tumpul pada pelat pada posisi tegak.
2. PPT



3. Video

6F: https://m.youtube.com/watch?v=nq2LgmThpP8

6G: https://m.youtube.com/watch?v=pXDuDCLxkU4

4. Jobsheet
ambar dan simbol las wajib dipahami oleh seorang juru las (welder). Juru las dalam kegiatan kerjanya harus mengacu pada ketentuan yang telah diatur pada gambar atau bagan konstruksi. Jika hal ini tidak dilakukan maka dampak yang mengiringinya adalah sangat besar, misal : terjadinya kesalahan konstruksi yang mengakibatkan gagal produk dan tidak dapat digunakan. Kesalahan dalam hal proses yang mengakibatkan terjadinya cacat pada hasil pengelasan. Contoh gambar dan simbol las dapat ditunjukkan di bawah ini :


Berdasarkan gambar dan simbol las di atas, seorang welder harus mampu menterjelahkan dalam bahasa pekerjaan (teknis) apa yang dimaksud dari gambar tersebut. Dengan demikian welder akan dapat mempersiapakan segala sesuatunya untuk proses pengelasan. Arti dari gambar dan symbol di atas adalah : Pekerjaan pengelasan pipa menggunakan proses las SMAW, pipa ditempatkan pada meja las posisi miring 45 derajat, kampuh pengelasan yang harus disiapkan adalah menggunakan kampuh V, dengan ketentuan :

Proses pengelasan dilakukan dari bawah ke atas, benda yang dilas diam (tidak boleh dipindah atau diputar) dilepas dari tempatnya, hasil pengelasan cembung dan pengujian hasil lasan dilakukan secara visual (visual test). Hasil dari pengelasan tersebut seperti berikut :

Alat-alat las SMAW dibedakan menjadi 3 kelompok,
alat utama
alat bantu dan
alat keselamatan kerja
Alat utama las SMAW yaitu :
Kabel tenaga
Trafo las (generator)
Kabel massa
Kabel elektroda
Pemegang elektroda
Penjepit massa
Alat batu las SMAW antara lain :
Meja las
Palu terak
Palu konde
Gerinda tangan
Mistar baja
Sikat baja
Ragum
Kikir
Penjepit benda kerja
alat keselamatan kerja las antara lain :
Helm las (topeng las)
Kaca las hitam
Kaca las putih
Apron (pelindung dada)
Baju kerja
Sarung tangan
Sepatu kulit kapasitas 2ton
Masker

5. Soal - soal
 Untuk menjawab soal silahkan Klik untuk Membuka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknik pengelasan pipa posisi 6F & 6G dengan proses las busur manual (SMAW)

1. Materi pengelasan posisi 6F & 6G pipa *Pengertian pengelasan 6F              Pengelasan sambungan sudut/ fillet aumbu membentuk su...